Sabtu, 18 Mei 2019

YOU KNOW MY NAME BUT YOU DONT KNOW MY STORY

Nah, itu adalah sebuah caption yang pernah kuposting disalah satu medsosku.
“You know my name but you dont know my story”. Di kalangan remaja SMA bahkan didunia perkuliahan sering terjadi bullyan-bullyan kecil tapi efeknya tebal, besar, dan sangat pedih.

Remaja, pelajar SMP dan SMA. Mereka umumnya menggunakan Gadget dan lebih banyak menemukan teman baru tapi mereka jarang bahkan tidak pernah menatap langsung dan tahu bagaimana kehidupan nyatanya. Tapi kenapa mereka langsung berkomentar jelek terhadap orang lain??
Itu pernah terjadi padaku, orang-orang hanya mengenali namaku tapi tidak dengan kehidupanku.
Banyak yang beranggapan aku anak yang sombong, sok pinter, pilih-pilih teman, suka pamerin barang-barang baru dan lebih banyak lagi komentar jelek tentang hidupku. 

Aku tidak paham, kenapa mereka berpendapat dan mengomentari seperti itu, mungkin itu ada dalam diriku, mungkin tidak. Sedangkan mereka hanya mengenal ku sebatas nama bukan kehidupanku. Lantas kenapa mereka suka mencibirkanku dibelakang? Curhatan ku pada teman-teman dihari itu.

Namun, menurutku itu semua wajar, diera sekarang, jaman now katanya ngegibahin orang yang hukumnya haram sudah berubah menjadi ah biasa aja toh orangnya gaktau, astagfirullah.

Aku sangat berharap agar dijauhkan dari sifat seperti ini. Nih pertanyaan dariku, apasih untungnya menghina, mencaci, stalking medsosnya terus ghibahin bareng?
Dulu, ketika aku masih duduk dibangku sekolahan, guruku pernah bilang kalau kita ghibahin orang ibarat kita makan daging saudara kita sendiri, bayangin deh gimana? Emang kamu mau makan daging adik atau kakakmu? Atau keluargamu? BIG NO dong pasti jawabannya. 

Jadi, jangan dekati yang namanya GHIBAH tapi dekatin yang namanya PERSAUDARAAN. Ubah kalimat “you are my enemy” menjadi “you are my family”.

Jangan saling berkomentar negativ lagi terhadap sesama, tetapi mari sama-sama saling support, banyak teman, hidup kita lebih berwarna, Jangan banyak teman banyak dosa Karna ghibahin teman dibelakangnya.

“LET’S TELL US ABOUT YOUR STORY NOT ONLY YOUR NAME”.

Caranya? Stalking boleh komentar Jangan. Stalkinglah dengan komunikasi yang baik, pererat hubungan persahabatan baik dimedsos maupun didunia nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DI RUMAH AJA DULU

Di rumah aja, di rumah aja, di rumah aja. Caption dan hashtag tersebut tersebar dimana-mana.  Sedikit mengupas keluhan remaja, dirum...