Kamis, 16 Mei 2019

RAMADHANKU KINI BERBEDA

Sungguh ramadhanku kali ini terasa berbeda bahkan sangat jauh berbeda dari ramadhan beberapa tahun yang lalu, Iya? Kenapa? Tanya mereka dengan wajah yang mulai penasaran. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, kiranya aku harus menyediakan tisu untuk menghapus air mataku, “ah sudah bukan waktu untuk bersedih” kata ku dalam hati. 

Lantas apa yang membuatku merasa berbeda? Baiklah, ini merupakan ramadhan kedua ku tanpa seorang pahlawan tanpa lelah yang ku sebut pangeran sebenarnya dalam kehidupanku, Iya itu dia ayahku. Ramadhan tahun lalu merupakan ramadhan pertama tanpa sosok ayah bagiku, Dan secara otomatis ini adalah tahun kedua tanpanya. Memang benar tahun pertama sangat terasa akan kepergiannya, namun ditahun ini aku lebih merasakannya. Disaat yang lain menceritakan moment ibadah bersama keluarga, ayah dan ibu. Aku mulai merasa aku telah hilang sosok ayah dua tahun belakangan, namun begitu aku punya seorang bidadari yang menemani ibadah ku diramadhan tahun ini. But, ha iya ada tapinya karna sekarang duniaku sudah berbeda, aku harus berada diperantauan untuk melanjutkan study, Ku hanya merasakan ramadhan dengan ibu di awal-awal ramadhan saja. Sedih sih ya mau gimana ini sudah menjadi bagian dalam hidup anak rantau.

Adakah perbedaan yang lain? Selanjutnya adalah ketika berpuasa dan menjalankan ibadah lainnya diperantauan. Nah ini kisahnya seru-seru menantang, ha Iya kenapa? Kembali lagi mereka bertanya kepada sigadis kecil yang imut, sebutan manja dari orang tua yang masih kuingat sampai sekarang, hihi. 
Ramadhan diperantauan itu seru juga ternyata, Dan tentunya sangat menantang. Mulai dari kebiasaan bangun sahur Yang biasanya di bangunin orang tua, Kini harus bangun sendiri dengan jam beker dan sekali-kali terdengar dering handphone, telfon dari ibu diwaktu sahur. Menu makanan juga menjadi salah satu perbedaan, bulan ramadhan sebelumnya ketika sahur dan berbuka menu makanan tiap harinya berganti dan tertera dimeja makan, olahan siapa? Chef terhebat dong tentunya. Namun ditahun ini segalanya harus disediakan sendiri, Belum lagi ketika jam beker telat berbunyi ngebut deh jadinya. Kenapa  dikatakan menantang? Ini adalah moment ramadhan tentunya kesempatan untuk mencoba segalanya dengan mandiri, dan tentunya untuk melatih kemandirian yang sebelumnya masih dibilang belum seberapa.

Ku percaya disetiap moment, disetiap langkah dan jalan yang kita tempuh ada kenikmatan tersendiri didalamnya. 
Banyak aktivitas yang jauh berbeda dari ramadhan sebelumnya yang kulakukan ditahun ini dan sungguh ini kenikmatan baru, inilah yang kusebut kebahagian baru dibalik kesedihan yang datang. 

Mungkin banyak yang sedang merasakan hal Yang sama dengan diriku, pesanku tetaplah bersemangat jangan biarkan ramadhan mu usai dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Kita pasti semua menginginkan moment-moment ramadhan sebelumnya kembali terulang ditahun ini, namun itu semua tidaklah seluruhnya terulang, kita hanya sebatas mengenang dan cobalah mencari hal-hal baru yang setidaknya bisa menghasilkan kebahagiaan baru. Teruslah bersyukur. Berterima kasih kepada Allah telah memberikan kesempatan berjumpa dengan ramadhan ditahun ini, dan semoga kita dapat dipertemukan ditahun-tahun selanjutnya, aamiin....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DI RUMAH AJA DULU

Di rumah aja, di rumah aja, di rumah aja. Caption dan hashtag tersebut tersebar dimana-mana.  Sedikit mengupas keluhan remaja, dirum...