Minggu, 20 Januari 2019

PELANGI-PELANGI

Hallo selamat pagi, sapaan rutin dilingkungan sekitarku, pagi ini kuawali pagi dengan sarapan pagi bersama seorang Peri yang selalu menyulap hari-hariku dengan pelangi yang bukan pelangi biasa, nah pertanyaan kecil yang kudapati, gimana pelangi luar biasa itu?
One two four five, eh ngitungnya salah tu three kelupaan. Mau tau ngak gimana pelangi luar biasa? Nah pelangi luar biasa itu sinar warna-warni yang hadir selalu bukan sekejap, sinar itu akan kalian dapatkan dari orang-orang terdekat, seperti mama,ayah,kakak,adik,teman-teman,de el el.
Eh pelangi memancarkan sinar atau cahaya? Atau hanya warna? Kalau halnya pelangi luar biasa ini semuanya deh, sinar adalah kehangatan yang luar biasa, cahaya yaitu setiap pancaran indah seperti nasehat,renungan dan kasih sayang, lalu warna inilah bumbu penyedap rasa setiap hari, yang membuat hidupmu tak sehambar air tanpa adanya gula hehe. Warna-warni pelangi membuatmu tersenyum selamanya.

Jika kemarin, pelangi mu belum muncul hari ini akan datang. Cara ngundangnya gimana sih? Coba renungkan sejenak. “Sudahkan tersenyum kepada orang-orang terdekat? Sudahkan menyapa dengan suara yang bisa menyemangati mereka?” Jika belum, lakukan segera. Gampang kan tiket untuk melihat pelangi luar biasa itu? Ga mesti nunggu hujan yang mendatangkan pelangi sekejap tapi mulailah hal-hal kecil untuk mendapatkan pelangi yang luar biasa setiap hari.
Ngomong-ngomong tentang pelangi, balik ke masa kecil sebentar boleh dong, pada ingat ngak lagu “pelangi-pelangi” ah gimana sih liriknya. Warna pelangi pastinya merah,jingga,kuning,hijau,biru,nilaungu. Dan jaman dulu aku lebih mengenalnya dengan singkatan mejikuhibinium. Sebenarnya dari setiap warna itu ada maknanya masing-masing begitu juga dengan pelangi luar biasa.

Di kalangan remaja, pelangi merupakan hal yang sering diibaratkan menjadi ini dan itu untuk memberikan sebuah rayuan pada sang kekasih. Nah sang kekasih juga salah satu bagian dari pelangi luar biasa. Jangan asal-asalan bilang “kamu cantik deh kayak pelangi” udah jadul banget kan, diketawain ayam dikandang tetangga hihi. So? Nikmatin deh pelangi luar biasa itu bareng orang-orang terdekat anda. Rasakan kenikmatannya setiap hari, start from now !!! 

Senin, 14 Januari 2019

DUGAAN SEMENTARA,EH SALAH.

Kurasa dunia gak adil.
Disudut Kota, mentari bersinar menyambut hari yang sangat luar biasa,namun kutaktau kenapa pagi itu hatiku tak merasakan yang indah itu. Seorang bocah datang menghampiriku dan berkata “kak,tau ga Bedanya Matahari sama kakak?” Lalu aku ingin rasanya menjawab dan tersenyum kembali kepadanya namun hatiku berkata lain, hatiku berkata “sudahlah pulang saja kerumah,dia hanya bocah yang ingin bercanda”. Sungguh sombongnya aku pada pagi itu, andai waktu bisa kuulang aku akan Menyapa kembali adik kecil yang manis itu.

Sore hari tiba, ku terus merasa dunia kini tidak bisa adil pada gadis manis sepertiku ini,walau ku tau manisnya bohongan doang. Dunia kini terlalu kejam dan kurasa dunia terlalu memihak, entah ini benar atau hanya hayalanku semata, dunia ini semestara? Kata guru ngajiku di TPA dulu? Lantas bolehkan kita menganggapnya tidak adil? Ku merenungi kembali dan kembali meneteskan air mata. “Oh tidak,aku tidak boleh menangis” kataku dalam hati. Perlahan hujan membasahi jilbabku dan aku mulai merasa semakin sedih hingga datanglah seorang teman menghampiri “udahlah dunia gausah mikir kali,cari akhirat yuk” katanya sambil mengelus pundakku. Aku tersenyum.

Beberapa saat kemudian aku online disalah satu medsosku, eh tau taunya ada yang update status “DUNIA ITU BUKAN GAK ADIL TAPI KITANYA KURANG BERSYUKUR” dan aku merasa tersindir hehe, ternyata aku yang  kurang bersyukur selama ini bukan dunia yang gak adil. Nah kini kutemui jawaban yang buat pikiran ku gelisah tak menentu galau gitu kalau kata temanku. Pesanku kali ini untuk aku dan semua gadis manis diluar sana kejar dunia boleh tapi jangan lupakan akhirat. Imbang-imbang yaaaa,dan jangan lupa bersyukur.

Dan ternyata prediksiku kali ini salah total.

DI RUMAH AJA DULU

Di rumah aja, di rumah aja, di rumah aja. Caption dan hashtag tersebut tersebar dimana-mana.  Sedikit mengupas keluhan remaja, dirum...