Berbicara tentang kabut beberapa hari yang lalu, anggap aja itu sebagai salah satu permasalahan dalam diri kita, jadi kalau nantinya ada kata masalah ataupun permasalahan ganti aja kabut. Sepakat? Setuju dong.
Well, kabut datang ketika kebahagiaan sedang maraknya dalam diri, keindahan yang sedang mekar bak mawar yang merah merona. Kabut pun menghampiri taman yang indah itu. Sungguh ini suatu kekacauan, kacau, kacau, ingin rasanya menghilang.
Kabut itu adalah sebuah kasus yang sering terjadi didunia persahabatan, dimana pertingkaian terjadi. Hubungan yang sudah lama terjalanin yang indah bak taman mawar yang mengandung berbagai makna jika dipuji kini sedang dilanda pertingkaian. Lantas mengapa? Tidak jarang karena ego.
Ego, egois lebih tepatnya. Egois yaitu sikap dimana seseorang lebih merasa dirinya benar, serba benar dan tidak menerima koreksi apapun.
Inilah penyebab pertingkaian yang sebenarnya. Sungguh ini point terbesar yang menyebabkan kabut menghampiri taman mawar yang indah.
Menghilangkan kabut bukan hal yang mudah, sulit bahkan sangat sulit. Hindarinya yang mudah. Sebelum kabut itu datang kurangi egonya. Ya perlahan, yakinin aja dulu nanti juga terbiasa.
Dalam persahabatan, ego itu pasti ada. Tugas kita dan yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua adalah menguranginya dengan cara apa? Mulai dengan niat, pelajari, dan lakukan. Jika kamu gagal ya tidak masalah namanya juga berusaha. Berusaha lagi dong, kalau gagal lagi cari solusinya, setelah dapat kembangkan solusi itu dan gunakan dalam tahap selanjutnya. Insya Allah berhasil.
Just wanna say selamat berjuang untuk kamu yang sedang menghadapi kabut dalam kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar