Disudut Kota, mentari bersinar menyambut hari yang sangat luar biasa,namun kutaktau kenapa pagi itu hatiku tak merasakan yang indah itu. Seorang bocah datang menghampiriku dan berkata “kak,tau ga Bedanya Matahari sama kakak?” Lalu aku ingin rasanya menjawab dan tersenyum kembali kepadanya namun hatiku berkata lain, hatiku berkata “sudahlah pulang saja kerumah,dia hanya bocah yang ingin bercanda”. Sungguh sombongnya aku pada pagi itu, andai waktu bisa kuulang aku akan Menyapa kembali adik kecil yang manis itu.
Sore hari tiba, ku terus merasa dunia kini tidak bisa adil pada gadis manis sepertiku ini,walau ku tau manisnya bohongan doang. Dunia kini terlalu kejam dan kurasa dunia terlalu memihak, entah ini benar atau hanya hayalanku semata, dunia ini semestara? Kata guru ngajiku di TPA dulu? Lantas bolehkan kita menganggapnya tidak adil? Ku merenungi kembali dan kembali meneteskan air mata. “Oh tidak,aku tidak boleh menangis” kataku dalam hati. Perlahan hujan membasahi jilbabku dan aku mulai merasa semakin sedih hingga datanglah seorang teman menghampiri “udahlah dunia gausah mikir kali,cari akhirat yuk” katanya sambil mengelus pundakku. Aku tersenyum.
Beberapa saat kemudian aku online disalah satu medsosku, eh tau taunya ada yang update status “DUNIA ITU BUKAN GAK ADIL TAPI KITANYA KURANG BERSYUKUR” dan aku merasa tersindir hehe, ternyata aku yang kurang bersyukur selama ini bukan dunia yang gak adil. Nah kini kutemui jawaban yang buat pikiran ku gelisah tak menentu galau gitu kalau kata temanku. Pesanku kali ini untuk aku dan semua gadis manis diluar sana kejar dunia boleh tapi jangan lupakan akhirat. Imbang-imbang yaaaa,dan jangan lupa bersyukur.
Dan ternyata prediksiku kali ini salah total.
Dan ternyata prediksiku kali ini salah total.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar