06
OKTOBER 2017
Malam jumat,kumenerima telfon dari abang yang
menemani ayah dirumah sakit dan mendapat kabar bahwa ayah sudah mulai membaik.
Aku pun tersenyum mendengar suara ayah, lalu ayahku berkata yang bergini kurang
lebihnya “ayah gak papa, ayah udah sembuh tapi adek boleh kesini, kalau adek
udah lihat kondisi ayah adek pulang lagi biar adek semangat belajarnya.’’
Setelah mendengar itu akupun memutuskan pergi kerumah sakit dengan pamanku.
Setibanya aku dan paman dirumah sakit, tepatnya diruang icu Rs meuraxa, aku
melihat kondisi ayah yang semakin lemas, lalu aku memberikan tanganku untuk bersalaman
dengannya, ayah menyuruhku untuk membacakan surah yasin untuknya,
lantunan-lantunan ayat pun aku suarakan dan detak jantung ayah mulai terdengar
keras.
Ibu, abang mulai melantunkan ayat suci Al Quran disertai pamanku yang
bersholawat, lantunan terakhir kubaca SADAQAULLAHULLAZIM…
SUBHANALLAH,MASYA ALLAH terdengar dari mulut ayah dan
matanya tertutup untuk selama-lamanya.‘’Innalillahiwainnailaihirajiun”
kini penyemangatku
telah pergi,itulah yang terlintas dipikiranku kala itu.lambat laun setelah
berpulangnya seorang lelaki yang dikalangan remaja seusiaku menyebutnya cinta
pertama, aku mulai sadar :
“belajar dari pengalaman
almarhum ayah agar semangat dan penyemangat itu akan terasa sepanjang hayat’’
Kini kutemukan pengalaman baru, yaitu pengalaman dari
perjalanan hidup ayahku.
Catat motivasi berharga dari orang-orang
terdekatmu,ayo pahami setiap hari,tanamilah kemudian petik dan telaah setiap
kata dan jadikan ia sebagai bumbu penyedap motivasimu.
SEMANGAT,SEMANGAT,SEMANGAT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar