Katanya, cakapnya, ocehannya, asrama itu kurungan. Tempat dimana, semua aktivitas dibatasi, semua terasa dikekang, ga bebas sebutannya. Namun kali ini ocehan dan berbagai macam sebutan lainnya tidak sepenuhnya benar adanya.
Awal kisah, sebut saja bagian pertama.
Ku mulai perjalanan bersama rekan perjuangan dari kampung halaman menuju perantauan dimana asrama ini berada, banyak canda tawa yang kami rajut selama perjalanan, kisah lirikan sopir tentunya menjadi kenangan terlucu.
Berlanjut bagian kedua, tak kalah seru, hari dimana pertama kalinya menginjaki kaki di keramik-keramik asrama itu.
Tiba saatnya berkenalan, kutemui sahabat baru di tempat istimewa ini. Mereka sangat bervariasi bagai indahnya warna-warni, yang tentu saja warna-warni kehidupan asrama yang kami jalani. Sahabat itu ku temukan dikamar 210, menurutku kamar ini sungguh berwarna dengan hiasan bunga-bunga disudut-sudut dinding.
Pengalaman-pengalaman seru dimulai.
Hitungan sudah terdengar, tandanya apa wahai sahabat? Sudah waktunya kita bergegas menuju mushola tercinta.
Ya, sedikit menyinggung tentang mushola. Ini tempat ibadah tentunya, kami memulai semua kegiatan disini, segala rutinitas dan segala jenis aktivitas. Tak heran jika disini terdengar lantunan ayat suci Al-Quran, anggukan kepala ketika bershalawat, dan senderan sahabat-sahabat yang ngantuk pastinya. Berjuta kisah telah terukir disini.
Tak kalah seru ketika suatu subuh kamar yang penuh canda tawa diisi dengan gadis-gadis cantik nan imut ini menorehkan kisah tertidur pulas, baca saja keenakan tidur. Kasurnya terlalu empuk, suhu kamarnya terlalu dingin, kaum rebahan tau dong gimana rasanya. Ehe
Bagian selanjutnya, menghafal, murajaah, dan setoran. Nah sahabat surgaaaa. Ini kegiatan inti yang menjadi rutinitas penting selama liburan di asrama.
Kenikmatan menghafal terasa dan sangat terasa, sulitnya mengucapkan huruf-huruf tertentu, bekelok-kelok lidah katanya. Lupa hafalan yang sebelumnya sudah jadi kebiasaan kadang ya, apalagi teguran ketika setoran, ini yang sangat terkesan. Kenapa? Dari sini bisa belajar gimana bacaan yang seharusnya.
Hari-hari terus berlanjut dengan berbagai macam jenis kegiatan asrama lainnya, keluhan “eh ini liburan terasa ngampus” “ini mengganggu waktu tidur” “seharusnya liburan jalan-jalan” de el el. Terbayarkan dengan kebahagiaan ketika semuanya selesai.
Sedih berpisah, sebulan waktu yang begitu cepat untuk menjalin hubungan. waktu yang singkat namun berjuta kenangan tentunya akan mendatangkan kerinduan.
Untuk kalian sahabat-sahabat baru yang ku temukan diasrama terimakasih telah mengukir kisah indah diruang liburanku, terimakasih semua nasehat dan pelajaran.
Semoga kelak kita bertemu dicerita-cerita terbaik berikutnya.