Jumat, 04 Oktober 2019

HEI, JANGAN MARAH !

Sungguh, aku tak sanggup membayangkan jika aku jadi orang yang terkenal sebagai orang pemarah, tetapi aku lebih takut jika dikenal sebagai orang yang dikit-dikit marah, dikit-dikit marah.

Hei, jangan marah !!
Seorang teman menegurku dengan kalimat itu ketika dia telah merusak sebuah mainan kesayanganku. “Nanti kuganti mainanmu, setelah aku menabung dengan menyisihkan uang jajanku, aku gak mau ada dendam dan amarah di persahabatan kita”. Lanjutnya setelah menyapa diriku. Aku pun tersenyum dan menjawab “kamu serius ingin menggantikan mainanku yang rusak?” “Dengan senang hati” katanya sambil memelukku.

Aku pun terdiam dan membayangkan “Temanku telah merusak mainan kesayanganku yang kudapat dari nenek, tapi dia ingin menggantinya dengan uang tabungannya, gimana kalau aku aja yang nabung untuk beli mainan baru” kata ku dalam hati. 

“Hei apa yang kamu pikirkan?” Aku terkejut ketika temanku menepuk pundakku. 

LA TARDZAB WALAKAL JANNAH : Janganlah engkau marah bagimu surga. 

Teringat hadist itu aku pun tersenyum dan berkata “tidak, aku hanya merenungi saja, aku maafkan kamu, lain kali jaga mainanku yaa, bukan milikku aja tapi juga benda-benda milikmu. Jangan suka merusak karena Allah menyuruh kita menjaga bukan MERUSAK! 

“Marah itu api yang menyala ketika sesuatu terbakar, hanya air yang bisa memadamkannya” 

Kolam api yang terpanas adalah neraka, kata guruku. Namun surga adalah emasnya diam dan lembutnya hati, orang yang sabar, diam dan tidak marah ada surga yang menantinya.

Kurangi sifat marah-marah gak jelasnya ya sahabat. Salam manis untuk seluruh penggemar literasi.

Rabu, 02 Oktober 2019

KABUT KEHIDUPAN

Well hello dunia ? Gimana kabarnya? Apakah setelah kabut yang menutupi keindahanmu berlalu kebahagiaan yang seharusnya netap juga berlalu? Jangan ya. 

Berbicara tentang kabut beberapa hari yang lalu, anggap aja itu sebagai salah satu permasalahan dalam diri kita, jadi kalau nantinya ada kata masalah ataupun permasalahan ganti aja kabut. Sepakat? Setuju dong.

Well, kabut datang ketika kebahagiaan sedang maraknya dalam diri, keindahan yang sedang mekar bak mawar yang merah merona. Kabut pun menghampiri taman yang indah itu. Sungguh ini suatu kekacauan, kacau, kacau, ingin rasanya menghilang. 

Kabut itu adalah sebuah kasus yang sering terjadi didunia persahabatan, dimana pertingkaian terjadi. Hubungan yang sudah lama terjalanin yang indah bak taman mawar yang mengandung berbagai makna jika dipuji kini sedang dilanda pertingkaian. Lantas mengapa? Tidak jarang karena ego. 

Ego, egois lebih tepatnya. Egois yaitu sikap dimana seseorang lebih merasa dirinya benar, serba benar dan tidak menerima koreksi apapun. 

Inilah penyebab pertingkaian yang sebenarnya. Sungguh ini point terbesar yang menyebabkan kabut menghampiri taman mawar yang indah. 

Menghilangkan kabut bukan hal yang mudah, sulit bahkan sangat sulit. Hindarinya yang mudah. Sebelum kabut itu datang kurangi egonya. Ya perlahan, yakinin aja dulu nanti juga terbiasa.

Dalam persahabatan, ego itu pasti ada. Tugas kita dan yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua adalah menguranginya dengan cara apa? Mulai dengan niat, pelajari, dan lakukan. Jika kamu gagal ya tidak masalah namanya juga berusaha. Berusaha lagi dong, kalau gagal lagi cari solusinya, setelah dapat kembangkan solusi itu dan gunakan dalam tahap selanjutnya. Insya Allah berhasil. 

Just wanna say selamat berjuang untuk kamu yang sedang menghadapi kabut dalam kehidupan.