Lalu, setelah bosan dengan merenungkan hal-hal yang tak kunjung usai, ku melihat beberapa postingan di insta story teman-temanku mengenai perbandingan. Nah ini kiranya menarik untuk dikaji, ucapku dalam hati kecil.
Beberapa hari yang lalu, temanku curhat tentang dirinya yang selalu dibanding-bandingkan dengan saudara sekandungnya dirumah oleh orangtua. Ia berkata “aku kesel dengan kejadian-kejadian kecil dirumah ketika yang aku lakukan menyimpang dan tak sesuai dengan keinginan orangtuaku” lalu aku bertanya kembali “Lantas apakah kamu melawan mereka?” “Tidak, aku hanya bisa terdiam” sahut temanku dengan wajah yang belum bisa tersenyum. Dari curhatan itu aku mulai menangkap hal-hal positive dan negative dari perbandingan yang demikian rupa.
Hal-hal positive dulu tentunya, bisa dikatakan orangtua yang membandingkan anak-anaknya dengan saudara kandung, anak tetangga dan orang lain mempunyai alasan tertentu, diantaranya : untuk memberi contoh dan panutan kepada sang anak untuk berlaku baik dan menghasilkan hal-hal yang baik pula. Selain itu orang tua juga berharap dengan membiasakan anak-anak melihat ataupun menilai peran orang-orang sekitar dengannya akan lebih mudah baginya untuk berinteraksi yang sesuai dengan kebutuhannya. Namun bukan berarti hal negative dari perbandingan itu tidak ada, nah ini yang mungkin banyak dirasakan oleh kalangan anak-anak, remaja bahkan siapa saja, siapa sih yang suka dibandingkan? Kan enggak. Hal negative itu diantara lain : membuat mereka merasa kecewa atas hasil yang telah mereka perbuat, membuat mereka merasa minder dan tidak percaya akan kemampuannya, dan mereka mengganggap ada sedikit bahkan banyak yang tidak disukai tentang dirinya dan semua yang berkaitan dengannya.
Kita sebagai manusia tentunya juga suka membandingkan kemampuan kita dengan orang lain sebagai panutan bukan? Contohnya ni kita sering berkata “eh kenapa dia bisa dapatin nilai bagus, kenapa aku enggak? Kan belajarnya juga sama.” Atau “kenapa dia cantik/ganteng, kenapa aku enggak? Kan sama-sama ciptaan Allah.”
Nah teman-teman, dalam membandingkan sesuatu ada larangannya juga. Jangan menbandingkan sesuatu yang tidak wajar, contohnya ya membandingkan ciptaan Allah yang tadi, karna Allah telah menciptakan sesuatu ada kelebihan dan juga ada kekurangan, mungkin dia cantik/ganteng tapi dia kurang dari segi yang lain. Lain halnya membandingkan sesuatu yang bernilai positive, seperti halnya tadi, udah belajar tapi nilainya jelek. Ini berarti kita harus introspeksi diri kita dimana hal yang membuat kita jatuh, dan kalah dengan mereka yang mendapatkan nilai jauh lebih baik dari kita.
Pesanku kali ni untuk diriku sendiri, teman-teman dan semuanya yang meluangkan waktu membaca postingan ini.
Ingatlah wahai ciptaan Allah, makhluk yang diciptakan sempurna dengan akal untuk berfikir. Perbandingan yang datang dalam kehidupan kita adalah untuk memperbaiki diri kita, untuk mengoreksi diri kita, siapa pun yang membandingkan kita dengan orang lain itu artinya mereka ingin membuat kita lebih berguna bahkan mereka ingin menjadikan kita yang terbaik. Terimalah koreksi itu, jika kecewa datang gantilah dengan senyuman. Percayalah tiada hal yang pahit jika kita menerima kritikan dalam bentuk apapun dengan hati yang tenang.
Dan akhirnya inilah sebuah perbandingan didalam kehidupan, ambil hal positive dan tinggalkan hal negative.